Buka Musrenbang Sanggau, Wagub Krisantus Tekankan Pembangunan Berbasis Aspirasi Masyarakat

Editor: Admin

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan saat memberikan sambutan dalam Musrenbang di Kabupaten Sanggau.SUARASANGGAU/SK
Sanggau (Suara Sanggau) – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Sanggau dan menekankan pentingnya proses perencanaan pembangunan yang berbasis aspirasi masyarakat atau pendekatan bottom up.

Menurutnya, Musrenbang merupakan forum penting dalam merumuskan arah pembangunan daerah agar program yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.

“Ini adalah forum rutin yang menjadi proses perencanaan pembangunan, yaitu bottom up, bukan top down,” kata Krisantus, Kamis (12/03/2025).

Ia berharap melalui Musrenbang tersebut dapat lahir berbagai usulan kebijakan serta prioritas pembangunan yang relevan dengan kondisi di daerah, sekaligus memperkuat sinkronisasi program antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota.

Krisantus menegaskan, sejumlah sektor strategis menjadi fokus utama pembangunan di Kalimantan Barat, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperbaiki Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Fokus utama kami tentu infrastruktur, kesehatan, karena IPM kita masih rendah, berada pada angka 72. Kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan ekonomi itu yang utama,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada para pelaku usaha dan investor yang beroperasi di Kalimantan Barat agar memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah.

Menurutnya, perusahaan yang memanfaatkan sumber daya alam di daerah harus ikut berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

“Cintai Kalimantan Barat, peduli terhadap Kalimantan Barat. Kalau itu di Sanggau, peduli dengan Sanggau dan jalankan kewajiban CSR sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pintanya.

Wakil Gubernur juga menegaskan bahwa pembangunan daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak semata-mata mengeksploitasi sumber daya alam tanpa kontribusi yang jelas bagi daerah.

“Jangan hanya mengeruk hasil bumi dari Sanggau lalu dibawa keluar tanpa memberikan dampak bagi daerah,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Krisantus juga menyinggung pentingnya penataan ulang tata ruang wilayah agar lebih sesuai dengan kondisi di lapangan serta mampu meminimalisir konflik yang kerap terjadi di masyarakat.

“Tata ruang yang sekarang itu dari atas ke bawah atau top down. Disusun di atas meja, sehingga sering menimbulkan konflik-konflik horizontal,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik terkait isu ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan tetap percaya bahwa pemerintah mampu menjaga stabilitas pasokan energi.

“Jangan panik, yakin dan percayalah BBM itu ada,” tutupnya.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini