Entikong (Suara Sanggau) – Warga Jalan Santo, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, dibuat panik setelah sebuah mobil Mitsubishi bernomor polisi KB 1029 QG terbakar pada Jumat pagi (20/02/2026).
Peristiwa tersebut terjadi saat kendaraan tengah melintas dalam perjalanan pulang ke rumah. Kobaran api yang tiba-tiba membesar menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan.
Salah seorang warga Tanjung Merpati, Kecamatan Kembayan, yang melihat kejadian itu segera melaporkan insiden tersebut ke Polsek Entikong.
Mendapat laporan, personel Polsek Entikong langsung menuju lokasi kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Entikong untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Entikong, AKP Donny Sembiring, SH, menjelaskan bahwa mobil tersebut milik Jhonisak Sepri Monang Sinaga (28), warga Dusun Merau, Desa Entikong, Kecamatan Entikong. Saat kejadian, kendaraan sedang dikemudikan sendiri oleh pemiliknya.
“Saat dalam perjalanan, kendaraan mengalami kendala pada bagian bering roda depan, namun tetap digunakan menuju kediamannya,” ujar AKP Donny.
Tak lama berselang, muncul percikan api dari bagian depan mobil. Menyadari hal tersebut, pengemudi segera menghentikan kendaraan dan turun untuk memeriksa sumber percikan.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bering roda depan mengalami pecah dan menimbulkan gesekan yang memicu percikan api. Percikan tersebut kemudian menyambar tangki bahan bakar sehingga api dengan cepat membesar dan melalap hampir seluruh bagian kendaraan.
Beruntung, petugas Damkar Kecamatan Entikong tiba dengan cepat di lokasi dan bersama anggota Polsek Entikong berjibaku memadamkan api.
Sekitar pukul 08.30 WIB, api berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kendaraan mengalami kerusakan berat akibat terbakar hampir seluruhnya.
“Penyebab kebakaran diduga karena gesekan bering roda depan yang mengeluarkan percikan api hingga menyambar tangki bahan bakar,” ungkap AKP Donny Sembiring.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi kendaraan guna mencegah kejadian serupa, terutama pada bagian-bagian vital yang berpotensi menimbulkan gesekan dan panas berlebih saat berkendara.[Hermansyah]
