Inflasi Kalbar Desember 2025 Tercatat 1,85 Persen, Kayong Utara Tertinggi

Editor: Admin

Kepala BPS Kalimantan Barat Muh Saichudin menyampaikan rilis awal tahun BPS Kalbar di Pontianak, Senin (5/1/2026).SUARASANGGAU/SK

Pontianak
(Suara Sanggau) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year on year (yoy) di Provinsi Kalimantan Barat pada Desember 2025 sebesar 1,85 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 108,80. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan tekanan harga dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Kalimantan Barat, Muh Saichudin, menyampaikan bahwa inflasi tertinggi secara tahunan terjadi di Kabupaten Kayong Utara sebesar 2,54 persen, sementara inflasi terendah tercatat di Kota Pontianak sebesar 1,50 persen.

“Inflasi year on year Kalimantan Barat pada Desember 2025 sebesar 1,85 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kayong Utara, sedangkan terendah di Kota Pontianak,” ujar Saichudin saat rilis awal tahun BPS Kalbar di Pontianak, Senin.

Ia menjelaskan, inflasi yoy tersebut dipicu oleh kenaikan harga pada sembilan kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi sebesar 2,87 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi tertinggi sebesar 6,15 persen, disusul kelompok pendidikan sebesar 2,45 persen.

Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada kelompok transportasi sebesar 1,63 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,04 persen, pakaian dan alas kaki sebesar 0,64 persen, kesehatan sebesar 0,61 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,34 persen, serta rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,25 persen.

Sementara itu, dua kelompok pengeluaran tercatat mengalami penurunan indeks harga atau deflasi. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami deflasi sebesar 0,74 persen, sedangkan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun sebesar 0,38 persen.

BPS juga mencatat inflasi month to month (mtm) Kalimantan Barat pada Desember 2025 sebesar 0,28 persen. Adapun inflasi year to date (ytd) hingga Desember 2025 tercatat sebesar 1,85 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi yoy dan ytd Desember 2024 yang masing-masing sebesar 1,71 persen.

Sejumlah komoditas tercatat dominan memberikan andil inflasi tahunan, di antaranya emas perhiasan, beras, ikan kembung, cabai rawit, telur ayam ras, ikan baung, mobil, serta angkutan udara. Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi antara lain daging ayam ras, bawang putih, sawi hijau, tomat, ikan bawal, daging babi, dan telepon seluler.

Secara wilayah, selain Kabupaten Kayong Utara, inflasi yoy juga tercatat di Kabupaten Ketapang sebesar 2,25 persen, Kabupaten Sintang sebesar 2,05 persen, Kota Singkawang sebesar 1,90 persen, dan Kota Pontianak sebesar 1,50 persen. Seluruh daerah cakupan IHK di Kalimantan Barat mengalami inflasi pada Desember 2025.

“Perkembangan inflasi ini mencerminkan dinamika harga berbagai komoditas konsumsi masyarakat sepanjang 2025, terutama pada kelompok pangan dan jasa yang menjadi faktor utama pembentuk inflasi di Kalimantan Barat,” tutup Saichudin.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini