
Polres Sekadau Siapkan 10 Titik Sumur Bor untuk Penanganan Karhutla.SUARASANGGAU/SK
Sekadau (Suara Sanggau) — Mengantisipasi keterbatasan sumber air saat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polres Sekadau menyiapkan 10 titik sumur bor di sejumlah wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
Dari 10 titik yang disiapkan, empat sumur bor telah selesai dibangun dan berhasil mengeluarkan air. Sementara enam titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Penyediaan sumur bor tersebut menjadi salah satu langkah kesiapsiagaan Polres Sekadau untuk memperkuat penanganan Karhutla, terutama ketika kebakaran terjadi di lokasi yang jauh dari sumber air alami atau sulit dijangkau kendaraan pemadam.
Empat sumur bor yang telah selesai dibangun berada di wilayah hukum Polsek Sekadau Hilir, Polsek Nanga Mahap, dan Polsek Belitang Hulu.
Dua titik berada di wilayah Polsek Sekadau Hilir, yakni di Dusun Pangkin, Desa Mungguk, serta Jalan Barage, Desa Sungai Ringin. Satu titik lainnya berada di Dusun Engkayak, Desa Nanga Mahap, wilayah hukum Polsek Nanga Mahap. Sementara satu sumur bor berada di Dusun Balai Sepuak, Desa Balai Sepuak, wilayah hukum Polsek Belitang Hulu.
Dari sisi kedalaman, sumur bor di Dusun Pangkin dan Jalan Barage masing-masing mencapai 12 meter. Sumur di Dusun Engkayak memiliki kedalaman 10 meter, sedangkan sumur di Dusun Balai Sepuak mencapai 18 meter.
Keberadaan sumur bor tersebut diharapkan dapat menjadi sumber air alternatif yang lebih dekat dan mudah dijangkau personel ketika melakukan pemadaman di lokasi Karhutla.
Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Plt Kasi Humas Polres Sekadau IPDA Iwan Kurniawan mengatakan, penyediaan sumur bor dilakukan untuk mengantisipasi salah satu kendala utama yang kerap dihadapi petugas saat memadamkan kebakaran, yakni keterbatasan sumber air.
“Penyediaan sumur bor ini untuk memudahkan penanganan apabila terjadi kebakaran, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sumber air. Ketersediaan air menjadi salah satu kendala yang sering dihadapi ketika melakukan pemadaman di lapangan,” ujar IPDA Iwan, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, keberadaan sumber air yang lebih dekat dengan wilayah rawan kebakaran dapat mempercepat proses penanganan ketika api mulai muncul.
“Ketika terjadi kebakaran, kecepatan penanganan sangat penting. Dengan adanya sumber air yang lebih dekat, personel dapat lebih mudah melakukan pemadaman sehingga api tidak semakin meluas,” katanya.
Meski Kabupaten Sekadau tidak termasuk wilayah Operasi Aman Nusa II Kapuas 2026, Polres Sekadau tetap melaksanakan kegiatan imbangan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan jajaran Polres Sekadau terhadap upaya penanggulangan Karhutla sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di wilayah Kabupaten Sekadau.
Secara keseluruhan, Polda Kalbar bersama jajaran telah memetakan dan membangun 98 titik sumur bor di wilayah yang dinilai rawan Karhutla. Sebanyak 52 titik telah berhasil mengeluarkan air secara optimal dan siap digunakan, sedangkan 46 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Selain memperkuat ketersediaan sumber air, Polres Sekadau juga terus melakukan pemantauan wilayah, patroli serta memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla.
IPDA Iwan mengajak masyarakat turut berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran, termasuk dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayah masing-masing.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, segera melaporkan apabila menemukan titik api, serta ikut menjaga lingkungan di wilayah masing-masing,” pungkasnya.[SK]