![]() |
| Tim SAR Gabungan saat evakuasi korban tenggelam.SUARASANGGAU/SK |
Kubu Raya (Suara Sanggau) – Tim SAR Gabungan menemukan anak buah kapal (ABK) yang sebelumnya dilaporkan terjatuh di Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dua hari dilakukan pencarian.
Korban diketahui bernama Tatang (26), warga Desa Lanjan, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ia ditemukan pada Senin (7/9/2026) pagi, sekitar 102 meter dari titik awal dilaporkan terjatuh.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak, I Made Junetra, mengatakan operasi SAR hari kedua kembali dilanjutkan pada pukul 06.00 WIB. Tim SAR Gabungan melakukan pencarian di area dengan radius hingga 2 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian kecelakaan (LKK).
“Pada tanggal 7 September 2026 pukul 06.00 WIB, Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan operasi SAR H.2 di search area pada radius 2 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian kecelakaan (LKK),” ujar I Made Junetra.
Setelah sekitar tiga jam pencarian, tim akhirnya menemukan korban pada pukul 09.18 WIB. Tatang ditemukan di sekitar lokasi kejadian, berjarak kurang lebih 102 meter dari titik awal ia dilaporkan terjatuh.
Korban ditemukan pada koordinat 0° 0’10.00″ LU – 109°17’6.80″ BT dalam kondisi meninggal dunia. Tim SAR Gabungan kemudian melakukan evakuasi pada pukul 10.18 WIB.
Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke Biddokkes Polda Kalbar untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban, pada pukul 10.48 WIB Search Mission Coordinator (SMC) mengusulkan penutupan operasi SAR. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian kemudian kembali ke satuan masing-masing.
I Made Junetra menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah tersebut. Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya mereka yang bekerja di wilayah perairan dan sekitar dermaga, agar senantiasa mengutamakan keselamatan kerja.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, terutama yang bekerja di air, untuk selalu mengutamakan keselamatan dan menggunakan alat pengaman keselamatan saat bekerja,” katanya.
Menurut Junetra, penggunaan perlengkapan keselamatan sangat penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di perairan maupun kawasan dermaga.[SK]
.jpeg)