Landak (Suara Sanggau) – Ketua Pemuda Dayak Kabupaten Landak, Albertus Trio Kusuma, menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Landak. Menurutnya, program tersebut memiliki manfaat strategis untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.
Ketua Pemuda Dayak Kabupaten Landak, Albertus Trio Kusuma.SUARASANGGAU/SK
Albertus menilai pelaksanaan MBG perlu mendapat perhatian serius, terutama ketika program tersebut menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ia berharap kehadiran program tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat di daerah.
“Program ini harus terus dilanjutkan. Saya berharap, ketika MBG dilaksanakan di daerah 3T, penyerapan hasil tani dari masyarakat harus dioptimalkan. Jangan sampai hasil tani masyarakat lokal tidak terserap dengan baik,” ujar Albertus.
Menurutnya, Landak memiliki potensi pangan lokal yang dapat mendukung kebutuhan program MBG. Produk pertanian dan peternakan masyarakat, apabila dikelola serta diserap secara optimal, dapat menjadi bagian dari rantai pasok penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak.
Kondisi tersebut dinilai mampu menciptakan manfaat ganda. Di satu sisi, anak-anak mendapatkan asupan makanan bergizi, sementara di sisi lain petani dan pelaku usaha pangan lokal memperoleh pasar yang lebih jelas bagi produk mereka.
Albertus juga menyoroti potensi penyerapan tenaga kerja lokal dalam pelaksanaan program MBG. Kehadiran sarana penyediaan pangan bergizi di daerah, menurutnya, dapat membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.
Karena itu, ia menilai koordinasi antara pengelola program dengan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan efektif, tepat sasaran, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
“Saya kira kita harus tetap menjadi mitra kritis dari semua program yang dijalankan pemerintah. Bukan berarti kita tidak nasionalis, tetapi setiap kebijakan harus dikawal dengan baik,” katanya.
Albertus menegaskan, pengawalan terhadap program pemerintah bukan dimaksudkan untuk menghambat pelaksanaan kebijakan, melainkan memastikan setiap program benar-benar memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.
Ia berharap koordinasi intensif antara pengelola MBG dan Pemerintah Kabupaten Landak dapat terus diperkuat, termasuk dalam pemetaan kebutuhan gizi anak serta potensi pangan yang tersedia di daerah.
“Dengan adanya koordinasi intensif antara pengelola dan pemerintah daerah, saya yakin program ini akan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat kita,” tambahnya.
Ke depan, Albertus mendorong adanya sinkronisasi data mengenai kebutuhan gizi anak dengan ketersediaan sumber daya pangan lokal di Kabupaten Landak. Langkah tersebut dinilai penting agar penyediaan makanan bergizi dapat disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat sekaligus meningkatkan keterlibatan petani dan pelaku usaha lokal.
Ia berharap program MBG tidak berhenti sebagai program pemenuhan kebutuhan pangan anak, tetapi berkembang menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian lokal di Kabupaten Landak.[SK]