Pontianak (Suara Sanggau) – Sebuah rumah warga di Gang Tengah Nomor 10, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, ludes dilalap si jago merah pada Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Puluhan relawan pemadam kebakaran swasta dari berbagai organisasi dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan kobaran api agar tidak merambat ke rumah-rumah lain di kawasan permukiman padat penduduk..jpg)
Rumah Warga di Gang Tengah Pontianak Barat Ludes Terbakar, Belasan Damkar Swasta Berjibaku Padamkan Api.SUARASANGGAU/SK
Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan rumah. Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat dari berbagai penjuru kawasan. Warga sekitar berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih dapat dievakuasi sembari menunggu petugas pemadam berjibaku memadamkan api.
Wakil Sekretaris Forum Komunikasi (Forkom) Damkar Swasta Kalimantan Barat sekaligus anggota Damkar Karet, Harif Darman, mewakili Sekretaris Forkom Damkar Swasta Kalbar, Eddy Zulkarnaen, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 10.30 WIB. Mendapat informasi tersebut, puluhan relawan bersama armada pemadam dari berbagai organisasi langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Namun, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Petugas dihadapkan pada sejumlah kendala, mulai dari aliran listrik yang cukup lama dipadamkan, keterbatasan sumber air, hingga akses gang yang sempit sehingga menyulitkan mobil pemadam menjangkau titik kebakaran.
"Lokasi kebakaran berada di Gang Tengah Nomor 10, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat. Kejadiannya sekitar pukul 10.30 WIB. Kendala di lapangan yaitu aliran listrik yang cukup lama dipadamkan, sumber air yang terbatas, serta akses gang yang sempit sehingga mobil pemadam hanya dapat berhenti di depan gang," ujar Harif kepada Suarakalbar.co.id, Minggu (5/7/2026).
Harif menjelaskan, kondisi gang yang sempit membuat unit mobil pemadam tidak dapat masuk hingga ke lokasi kebakaran. Upaya pemadaman di titik api hanya dapat dilakukan menggunakan unit motor pemadam kebakaran, sementara mobil tangki bertugas menyuplai air secara berkelanjutan.
"Yang bisa masuk hanya unit motor damkar untuk memadamkan api. Sementara mobil tangki membantu menyuplai air agar proses pemadaman tetap berjalan," katanya.
Sementara itu, saksi mata Dika Saputra mengaku api pertama kali muncul dari kamar milik kakaknya sebelum kemudian merambat ke kamar yang ditempatinya. Menyadari adanya kobaran api, ia langsung berusaha melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sambil meminta pertolongan warga sekitar.
"Api tiba-tiba berasal dari dalam kamar kakak saya lalu tembus ke kamar saya. Saya pun terkejut. Setelah itu saya bergegas memadamkan dengan alat seadanya dan memberitahukan warga sekitar," tutur Dika.
Berkat kerja keras puluhan relawan damkar swasta yang dibantu masyarakat, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke bangunan lain di sekitarnya. Meski demikian, rumah yang menjadi titik awal kebakaran dilaporkan hangus terbakar.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dan instansi terkait. Sementara itu, nilai kerugian material akibat peristiwa tersebut masih dalam proses pendataan oleh petugas.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk yang memiliki akses terbatas dan berisiko tinggi mengalami penyebaran api apabila terjadi kebakaran.[SK]