Pontianak (Suara Sanggau) – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya hidup sehari-hari melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)..jpeg)
Sekda Kalbar Harisson saat menghadiri pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI yang dipusatkan di Halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Jumat (10/7/2026).SUARASANGGAU/SK
Ajakan tersebut disampaikan Harisson saat menghadiri pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI yang dipusatkan di Halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Jumat (10/7/2026). Kegiatan yang merupakan bagian dari gerakan nasional itu bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman melalui aksi nyata yang melibatkan berbagai unsur.
Dalam sambutannya, Harisson menegaskan bahwa pembangunan dan modernisasi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, persoalan sampah, polusi, serta menurunnya kualitas kebersihan dan keindahan lingkungan merupakan tantangan serius yang harus dihadapi bersama.
“Untuk menjawab tantangan itulah pemerintah mencanangkan Gerakan Indonesia ASRI, yaitu Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Gerakan ini merupakan upaya strategis nasional untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, tertata, dan aman di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, empat pilar dalam Gerakan Indonesia ASRI memiliki keterkaitan yang erat. Lingkungan yang bersih dan indah akan menciptakan kondisi yang sehat dan aman, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Harisson berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, melainkan menjadi gerakan kolektif yang terus tumbuh dan diterapkan di seluruh wilayah Kalimantan Barat.
“Kita mengharapkan ke depan, dengan dukungan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat, kegiatan kerja bakti dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga Kota Pontianak maupun seluruh wilayah Kalimantan Barat benar-benar menjadi daerah yang aman, sehat, resik, dan indah,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kalimantan Barat, Suherman, mengatakan Gerakan Indonesia ASRI dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah pada 2 Februari 2026. Program tersebut juga mengacu pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI serta petunjuk dari Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri.
Menurut Suherman, gerakan tersebut bertujuan membangun kesadaran, kepedulian, dan partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah melalui aksi kolektif yang berkelanjutan.
“Gerakan ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, komunitas, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” katanya.
Sebagai bentuk implementasi Gerakan Indonesia ASRI di Kalimantan Barat, Pemerintah Provinsi Kalbar menggelar berbagai kegiatan sosial dan lingkungan, mulai dari kerja bakti bersama yang melibatkan aparatur sipil negara, TNI, Polri, dan masyarakat, penanaman 50 pohon, pasar murah dengan menyediakan 1.000 paket sembako, pembagian perlengkapan sekolah kepada 75 anak, hingga aksi donor darah dengan target 100 pendonor.
Pada hari yang sama, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga mengikuti pencanangan Gerakan Indonesia ASRI secara virtual yang dipusatkan di Kota Malang oleh Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri.
Harisson turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari unsur TNI, Polri, perangkat daerah, BUMD, dunia usaha, hingga masyarakat. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Yayasan Masjid Raya Mujahidin Pontianak yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan.
“Semoga langkah yang kita mulai hari ini memberikan dampak yang luas bagi terwujudnya lingkungan yang bersih, aman, nyaman, sehat, dan tertib di Provinsi Kalimantan Barat,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Barat sekaligus Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat Ny. Windy Prihastary, para staf ahli gubernur, para asisten Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, kepala perangkat daerah, unsur TNI-Polri, serta berbagai elemen masyarakat yang mendukung gerakan peduli lingkungan.[SK]