![]() |
| Gubernur Kalbar Ria Norsan saat membuka Rakerda HIPMI,SUARASANGGAU/SK |
Kegiatan bertema “Youpreneur HIPMI Kalbar: Cuan Cerdas, Bisnis Berkualitas” tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI Ade Jona Prasetyo, Ketua Umum BPD HIPMI Kalbar Aditya Setiawan, perwakilan anggota DPR RI, serta jajaran pengurus HIPMI se-Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Ria Norsan menegaskan bahwa pengusaha muda memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Ia menyebut ada tiga prinsip utama yang harus dimiliki setiap pengusaha agar mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan dunia usaha.
“Pengusaha harus memiliki mental yang kuat dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi situasi maupun tantangan apa pun. Selain itu, disiplin menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan usaha, dan kejujuran merupakan fondasi utama yang harus dipegang teguh,” ujarnya.
Norsan juga mengajak para pelaku usaha muda membangun pola pikir kolaboratif dengan menjadikan sesama pengusaha sebagai mitra strategis, bukan sekadar pesaing bisnis.
“Sesama pengusaha harus dipandang sebagai business partner yang dapat saling melengkapi dan memperkuat sektor usaha demi menciptakan keuntungan bersama,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur Kalbar turut menyampaikan capaian positif pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat yang mencapai 6,14 persen pada kuartal pertama tahun 2026. Angka tersebut meningkat dibanding sebelumnya sebesar 5,39 persen dan menempatkan Kalbar pada peringkat kedelapan nasional.
Selain itu, Kalimantan Barat juga meraih penghargaan dari Menteri Dalam Negeri atas pengelolaan keuangan terbaik se-Kalimantan serta mampu menjaga tingkat inflasi di angka 2,50 persen.
“Keberhasilan pengendalian inflasi didukung berbagai program pro-rakyat, seperti pasar murah dan upaya penurunan angka pengangguran,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjut Norsan, berkomitmen membuka ruang kolaborasi bersama HIPMI melalui dukungan dan pendampingan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM.
“Kami siap memberikan bantuan dan pendampingan bagi pengusaha yang menghadapi kendala agar pertumbuhan ekonomi Kalbar dapat terus berkembang secara berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua BPD HIPMI Kalbar Aditya Setiawan menyampaikan apresiasi atas capaian pertumbuhan ekonomi Kalbar yang dinilai tidak terlepas dari kepemimpinan Gubernur Ria Norsan.
Menurutnya, HIPMI Kalbar berkomitmen mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sebagaimana visi Presiden RI Prabowo Subianto.
“Kalbar memiliki potensi sumber daya alam yang besar, mulai dari kelapa sawit hingga bauksit. Potensi ini harus dioptimalkan demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh BPC HIPMI se-Kalimantan Barat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan memberikan ruang lebih besar bagi pengusaha lokal agar mampu menjadi tuan rumah di daerah sendiri.
“Jika pengusaha lokal kuat, maka sebagian besar perputaran ekonomi akan tetap berada di daerah dan berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” tambahnya.
Di sisi lain, Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI Ade Jona Prasetyo menegaskan bahwa HIPMI merupakan wadah pembinaan pengusaha muda yang menjunjung tinggi semangat persaudaraan dan kolaborasi.
“Hari ini fokus HIPMI adalah membantu pemerintah dalam memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional menuju target 8 persen,” katanya.
Ia turut mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat yang dinilai sangat baik di tingkat nasional.
“Kalimantan Barat berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,14 persen dan berada di peringkat kedelapan nasional. Ini capaian yang patut diapresiasi,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan Rakerda, Diklatda, dan Forbisda Tahun 2026 ini, BPD HIPMI Kalbar menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat perekonomian daerah serta mendukung terwujudnya visi pembangunan nasional di Kalimantan Barat.[SK]
.jpg)