Harga Bahan Pokok Melonjak di Pontianak, UMKM Kue Tertekan: Biaya Produksi Naik, Omzet Turun 50 Persen

Editor: Admin

  

Siti Maryam, salah satu pedagang kue UMKM di Pontianak yang mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok dan plastik.SUARASANGGAU/SK
Pontianak (Suara Sanggau) – Kenaikan harga sejumlah bahan pokok mulai dirasakan masyarakat di Pontianak. Lonjakan ini diduga dipicu situasi global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah, yang berdampak langsung pada meningkatnya biaya produksi pelaku usaha kecil.

Kondisi tersebut dirasakan oleh pedagang kue UMKM, Siti Maryam, yang mengaku terpaksa menaikkan harga jual produknya akibat harga bahan baku yang terus merangkak naik.

“Bukan hanya minyak goreng, semua ikut naik, gula, tepung. Kami kan jualan kue, itu sangat berpengaruh,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Tak hanya bahan baku utama, kenaikan juga terjadi pada bahan pendukung seperti plastik kemasan. Siti menyebut lonjakan harga plastik mulai terasa sejak Ramadan dan kini semakin membebani pelaku usaha kecil.

“Yang paling naik itu plastik. Kita jualan pakai plastik, tidak mungkin menyuruh pembeli bawa wadah sendiri. Sejak Ramadan naik tiga kali lipat,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, harga plastik kini mencapai Rp22.000 dari sebelumnya Rp14.500. Kondisi ini memaksa pedagang untuk menyesuaikan harga jual, meski berisiko menurunkan daya beli konsumen.

Selain faktor harga, Siti juga menyoroti dampak program MBG yang dinilai turut memengaruhi penjualannya. Ia mengaku sejak program tersebut berjalan, omzet usahanya mengalami penurunan signifikan.

“Sejak ada MBG, penjualan kami anjlok. Kue yang dulu Rp1.000 sekarang harus naik jadi Rp1.500,” katanya.

Akibat tekanan biaya produksi yang meningkat, omzet penjualannya turun drastis hingga 50 persen. Jika sebelumnya mampu meraih sekitar Rp2 juta per hari, kini hanya berkisar Rp1 juta.

“Biasanya bisa dapat Rp2.000.000, sekarang hanya sekitar Rp1.000.000. Jauh sekali turunnya,” ungkapnya.

Siti berharap kenaikan harga tidak terjadi secara bersamaan agar pelaku UMKM tetap dapat bertahan di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat.[SK]
Share:
Komentar

Berita Terkini