Singkawang Siaga Imlek dan Cap Go Meh 2026, Operasi Liong Kapuas Digelar Jaga Kota Toleransi

Editor: Admin

Singkawang (Suara Sanggau) – Guna menjamin keamanan dan kelancaran perayaan Imlek 2577 serta Festival Cap Go Meh 2026, Polres Singkawang menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Liong Kapuas 2026 di Aula SAR Polres Singkawang, Selasa (10/2/2026) pagi.

Rapat tersebut menjadi bentuk sinergi berbagai unsur dalam menjaga kondusivitas Kota Singkawang yang dikenal sebagai kota toleransi.

Rakor dihadiri Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mei, Wakil Ketua DPRD Kota Singkawang Mubarak, Kapolres Singkawang AKBP Dody Yudianto Arruan, unsur TNI, instansi vertikal, tokoh agama, tokoh adat, hingga panitia Imlek dan Cap Go Meh 2026. Kehadiran lintas elemen ini menunjukkan komitmen bersama menyukseskan agenda budaya dan keagamaan secara aman dan tertib.

Dalam sambutannya, Wali Kota Singkawang menyampaikan sejumlah agenda penting, di antaranya pawai obor, pesta kembang api, serta rangkaian Festival Cap Go Meh 2026 yang diproyeksikan dihadiri tamu VIP dan VVIP, termasuk pejabat nasional dan duta besar. Ia menekankan pentingnya koordinasi dan kepekaan sosial karena perayaan Imlek, Cap Go Meh, dan Bulan Suci Ramadan berlangsung beriringan tahun ini.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Singkawang AKP Sri Nanto memaparkan situasi kamtibmas menjelang perayaan, mulai dari prakiraan cuaca, ketersediaan bahan pokok, hingga potensi kerawanan beserta rekomendasi pengamanan. Paparan tersebut menjadi dasar kesiapsiagaan seluruh pihak dalam mengantisipasi gangguan keamanan.

Kapolres Singkawang AKBP Dody Yudianto Arruan menegaskan Operasi Liong Kapuas 2026 bertujuan menjaga keselamatan masyarakat, menjamin kelancaran lalu lintas, mencegah provokasi dan hoaks, serta menutup ruang bagi segala bentuk ancaman. Ia menekankan pengamanan dilakukan secara humanis dan profesional.

Rakor juga ditandai dengan Deklarasi Harmoni Imlek, Cap Go Meh, dan Bulan Suci Ramadan 2026 sebagai simbol persatuan masyarakat Singkawang dalam keberagaman.

Dengan semangat toleransi dan saling menghormati, seluruh pihak sepakat menjadikan perbedaan sebagai kekuatan demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama rangkaian perayaan berlangsung.[Hermansyah]

Share:
Komentar

Berita Terkini