Dua Hari Dicari, Korban Terseret Ombak di Temajuk Akhirnya Ditemukan

Editor: Admin

  

Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban kedua yang terseret ombak di Pantai JS Resort Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Selasa (17/02/2026). Korban ditemukan sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian dalam keadaan meninggal dunia.SUARASANGGAU/SK
Sambas (Suara Sanggau) – Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban yang terseret ombak saat berenang di kawasan Pantai JS Resort Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Selasa (17/02/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dua hari pencarian.

Korban diketahui bernama Adzin Abrar Alfarizi (20). Ia ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB dengan jarak kurang lebih 1,5 kilometer dari lokasi awal kejadian. Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian operasi pencarian sejak korban dilaporkan hilang terseret arus laut.

Koordinator Pos SAR Sintete, Zulhijah, membenarkan informasi tersebut. Ia menyampaikan korban ditemukan di koordinat 1°59’25.75″N – 109°35’11.82″E.

“Korban berhasil ditemukan pada hari kedua operasi sekitar pukul 15.30 WIB, berjarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian. Saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan langsung kami evakuasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan pencarian dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan metode penyisiran laut hingga radius 5 nautical mile dari lokasi kejadian kecelakaan (LKK). Seluruh unsur SAR bekerja maksimal meski menghadapi berbagai hambatan di lapangan.

“Alhamdulillah seluruh korban sudah ditemukan. Dengan demikian Operasi SAR kami usulkan untuk ditutup pada pukul 17.30 WIB dan semua unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” tambahnya.

Sebelumnya, korban lain bernama Ilham Jamaludin (47) lebih dulu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (16/02/2026). Total korban dalam peristiwa ini berjumlah dua orang dan keduanya ditemukan tidak selamat.

Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Pos SAR Sintete, BPBD Kabupaten Sambas, TNI AL Kabupaten Sambas, Polsek Temajuk, Pamtas Temajuk, Puskesmas Temajuk, Babinsa Temajuk, Polairud Paloh, Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, potensi SAR, masyarakat setempat, serta keluarga korban.

Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca relatif cerah berawan dengan kecepatan angin 6 knots dari arah timur, jarak pandang mencapai 17,4 kilometer, serta arus laut bergerak 12,5 knots ke arah barat laut. Namun keterbatasan sinyal komunikasi dan gelombang laut cukup tinggi menjadi tantangan bagi tim di lapangan.

“Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di laut, terutama ketika kondisi ombak sedang tinggi,” pungkas Zulhijah.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini