Sinergi Kepolisian dan MABM SanggauDalam Menangkal Premanisme

Editor: herman syah

Budi Dermawan (Tengah) Ketua MABM Sanggau

Suarasanggau.co.id Dalam upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan tokoh masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel Unit Intelkam Polres Sanggau melaksanakan silaturahmi dengan Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sanggau, Budi Darmawan minggu malam (23/03)

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan  membahas berbagai isu strategis,  terkait maraknya aksi premanisme yang melibatkan organisasi masyarakat (ormas) serta peran aktif masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Ketua MABM Sanggau, Budi Darmawan, pihaknya komitmenn dalam menjaga ketertiban dengan mengedepankan sosial melalui pendekatan budaya.

Ia menekankan bahwa budaya Melayu mengedepankan nilai-nilai kedamaian dan kebersamaan, sehingga tidak boleh ada pihak yang menyalahgunakan identitas budaya atau organisasi untuk melakukan tindakan premanisme.

“Kami dari Majelis Adat Budaya Melayu selalu berupaya menjaga nilai-nilai luhur budaya yang menjunjung tinggi persaudaraan dan keharmonisan. Tidak boleh ada pihak yang mengatasnamakan budaya atau organisasi untuk melakukan tindakan yang meresahkan masyarakat. Kami mendukung penuh langkah kepolisian dalam menindak tegas segala bentuk premanisme,” ujarnya.

Sementara Kasat Intelkam Polres Sanggau, AKP Suhartoto, turut menegaskan bahwa kepolisian akan bertindak tegas terhadap segala bentuk premanisme, termasuk yang melibatkan ormas. Ia menegaskan bahwa keberadaan ormas harus sesuai dengan aturan hukum yang berlaku dan tidak boleh digunakan sebagai alat untuk melakukan intimidasi atau tindakan kriminal.

“Kami tidak akan mentoleransi segala bentuk premanisme yang mengatasnamakan organisasi masyarakat. Ormas sejatinya harus menjadi mitra strategis dalam pembangunan, bukan malah menjadi aktor yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Polres Sanggau akan terus memantau pergerakan ormas dan memastikan mereka beroperasi sesuai dengan ketentuan hukum,” tegasnya.

AKP Suhartoto juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak takut untuk melaporkan jika menemukan indikasi aksi premanisme yang dilakukan oleh individu maupun kelompok tertentu.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Jika ada tindakan premanisme atau gangguan kamtibmas lainnya, segera laporkan kepada pihak berwajib agar dapat segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, kepolisian juga memberikan pemahaman kepada MABM mengenai pentingnya peran budaya dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Budaya yang kuat dan berlandaskan nilai luhur dapat menjadi benteng dalam menangkal pengaruh negatif, termasuk aksi premanisme yang dapat merusak tatanan sosial.

Silaturahmi ini diharapkan semakin mempererat hubungan antara kepolisian dan Majelis Adat Budaya Melayu dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan bebas dari premanisme.

Dengan adanya sinergi yang kuat antara aparat keamanan dan tokoh masyarakat, diharapkan potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman dan nyaman.

Polres Sanggau berkomitmen untuk terus menggandeng berbagai elemen masyarakat dalam menciptakan situasi yang kondusif. Melalui pendekatan yang humanis dan sinergis, diharapkan Kabupaten Sanggau dapat menjadi daerah yang aman, damai, dan terbebas dari aksi premanisme yang meresahkan.

Hermansyah

Share:
Komentar

Berita Terkini