Festival Mandi Daun Sabang ke-X Digelar, Wabup Sanggau Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya

Editor: Admin

 

Wakil Bupati saat sesi foto bersama. SUARASANGGAU/SK
Sanggau (Suara Sanggau) – Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena membuka secara resmi Festival Mandi Daun Sabang ke-X Tahun 2026 di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Sabtu (4/10/2026).

Festival budaya Melayu tersebut turut dihadiri Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah 12 Kalimantan Barat, Anggota DPRD Provinsi Kalbar Wilson Afrizal Silalahi, Plt Kadisporapar Agus Sukanto, Camat Sekayam Yulius Eka Suhendra, Ketua Komunitas Budaya Sekayam Kamarudin, Pembina Komunitas Budaya Taufik Hidayatullah, Ketua MABM Sekayam Abang Suryadi, perwakilan Keraton Surya Negara Sanggau, para Ketua MABM Kecamatan se-Kabupaten Sanggau, kepala desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat Balai Karangan.

Dalam sambutannya, Susana menegaskan Festival Mandi Daun Sabang bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari kekayaan tradisi masyarakat Melayu Sanggau yang memiliki nilai sejarah, sosial dan budaya.

“Mandi Daun Sabang merupakan ritual tradisional masyarakat Melayu di Kabupaten Sanggau yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini mengandung nilai kebersamaan, penghormatan terhadap adat, serta hubungan yang erat antara manusia, budaya dan lingkungan,” ujar Susana.

Menurutnya, Mandi Daun Sabang juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Penetapan tersebut dinilai menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlangsungan tradisi tersebut.

“Penetapan tersebut tentu bukan sekadar sebuah penghargaan. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk memastikan bahwa tradisi ini tetap hidup, dikenal dan dipahami oleh generasi berikutnya,” tegasnya.

Susana menekankan, budaya tidak boleh hanya menjadi kenangan masa lalu. Pelestarian budaya harus menjadi bagian dari pembangunan daerah, termasuk dalam mewujudkan visi Kabupaten Sanggau Tahun 2025-2030, yakni Sanggau Maju, Berkelanjutan, dan Berkeadilan.

Ia menjelaskan, visi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana membangun masyarakat yang memiliki identitas, karakter, serta kebanggaan terhadap daerah.

“Budaya merupakan bagian penting dari pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.

Karena itu, Susana meminta Festival Mandi Daun Sabang tidak hanya dipandang sebagai agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat identitas daerah, mempererat persatuan, mengembangkan kreativitas generasi muda, serta membuka peluang ekonomi melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Saya berharap Festival ke-X ini dapat terus dikembangkan. Tidak hanya semakin meriah, tetapi juga semakin memiliki nilai edukasi dan nilai ekonomi bagi masyarakat. Saya mendorong agar generasi muda ikut terlibat secara aktif. Dokumentasikan tradisi ini, kenalkan melalui media sosial,” ajaknya.

Selain pelestarian budaya, Wakil Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, berbagai tradisi masyarakat Sanggau pada dasarnya mengajarkan pentingnya hidup selaras dengan alam.

Di akhir sambutannya, Susana menyampaikan apresiasi kepada para tokoh adat, budayawan, masyarakat Melayu, serta seluruh pihak yang selama ini berperan dalam menjaga dan melestarikan tradisi Mandi Daun Sabang.

“Dari Sanggau untuk Indonesia, kita jaga budaya, kita kuatkan persatuan, kita bangun Sanggau yang maju, berkelanjutan dan berkeadilan. Selamat melaksanakan Festival Mandi Daun Sabang ke-X Tahun 2026,” pungkasnya.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play