| PT BAI bersama IDI Mempawah menggelar Program Respon Cepat Kesehatan Masyarakat Terdampak Karhutla dan Kabut Asap di Kantor Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Rabu (9/9/2026).SUARASANGGAU/SK |
Mempawah (Suara Sanggau) – PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) bersama Pengurus Cabang Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Mempawah menggelar aksi sosial melalui Program Respon Cepat Kesehatan Masyarakat Terdampak Karhutla dan Kabut Asap.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Rabu (9/9/2026), tersebut memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat yang terdampak kondisi udara akibat kabut asap.
Sebanyak 150 warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, edukasi kesehatan hingga pemberian obat sesuai indikasi medis melalui kolaborasi IDI Mempawah dan Corporate Social Responsibility (CSR) PT BAI.
Corporate Secretary PT Borneo Alumina Indonesia, Anshor Phasa, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional, khususnya ketika masyarakat membutuhkan respons cepat di bidang kesehatan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan dan informasi kesehatan yang tepat, terutama di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap,” ujar Anshor.
Menurut Anshor, kolaborasi dengan IDI Kabupaten Mempawah menjadi bagian penting untuk memastikan layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat berlangsung secara profesional dan sesuai kebutuhan.
“Sinergi seperti ini penting agar program sosial yang kami hadirkan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
Salah seorang warga Desa Bukit Batu, Farida, mengaku terbantu dengan adanya layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut. Ia datang untuk memeriksakan keluhan sesak napas yang dialaminya dan memiliki riwayat penyakit serupa.
“Saya memiliki keluhan sesak napas, karena memang punya riwayat penyakit itu. Hasil dari pemeriksaan tadi saya dikasih obat juga,” ungkap Farida.
Ia mengapresiasi kehadiran layanan kesehatan gratis tersebut, terlebih dalam kondisi kabut asap yang menurutnya cukup mengganggu masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan.
“Karena memang dalam kondisi kabut asap ini kita yang sesak napas ini membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan,” lanjutnya.
Ketua IDI Mempawah, dr. Prayuna, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan sejumlah tenaga kesehatan dengan latar belakang dan kompetensi yang beragam. Tim medis yang hadir mencakup dokter spesialis paru-paru hingga dokter spesialis anak.
“Selain itu, ada juga dokter-dokter umum, bidan desa dan kader posyandu yang terlibat dalam aksi sosial ini,” kata dr. Prayuna.
Pelayanan kesehatan dilakukan melalui beberapa tahapan. Masyarakat terlebih dahulu menjalani proses pendaftaran dan pencatatan identitas serta keluhan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan gangguan pernapasan dan iritasi akibat paparan asap.
Selanjutnya, masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar yang meliputi anamnesis, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan saturasi oksigen serta pemeriksaan fisik sederhana oleh dokter.
Dalam kegiatan tersebut juga tersedia pemeriksaan penunjang terkait dampak paparan karhutla, antara lain pemeriksaan fungsi paru atau spirometri, pemeriksaan saturasi oksigen menggunakan pulse oximetry serta pemeriksaan tekanan darah.
Warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat berkonsultasi langsung dengan dokter. Beberapa layanan yang tersedia di antaranya tindakan nebulizer serta pemberian obat dasar untuk keluhan ISPA sesuai hasil pemeriksaan dan indikasi medis.
Selain pemeriksaan dan pengobatan, tenaga kesehatan juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan dampak asap karhutla, penggunaan masker yang benar serta pentingnya melakukan pemeriksaan lanjutan apabila mengalami keluhan kesehatan.
“Melihat kondisi udara yang terdampak kabut asap ini, kami berharap masyarakat menggunakan masker dan selalu menjaga kesehatan. Apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk, atau gangguan pernapasan lainnya, jangan diabaikan dan segera periksakan diri,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua IDI Wilayah Kalimantan Barat, dr. Muhammad Wahyu Utomo. [SK]