| Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mempawah, Aswin.SUARASANGGAU/SK |
Mempawah (Suara Sanggau) – Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Barat mengeluarkan peringatan terkait kondisi cuaca, iklim, dan kualitas udara di Kabupaten Mempawah yang terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Berdasarkan analisis data per 15 September 2026, kualitas udara di wilayah Kabupaten Mempawah telah berada pada kategori Sangat Tidak Sehat. Kondisi tersebut diperparah dengan jarak pandang yang sangat terbatas akibat kabut asap.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mempawah Aswin mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul dinamika cuaca yang sangat fluktuatif serta indeks potensi kemudahan kebakaran lahan yang berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.
“Kondisi saat ini menuntut kita untuk ekstra waspada. Berdasarkan data pemantauan BMKG, kualitas udara di Kabupaten Mempawah sempat mencapai angka maksimum partikulat PM2,5 dengan konsentrasi tinggi serta jarak pandang yang terbatas antara 0,1 hingga 0,2 kilometer,” ujar Aswin.
Berdasarkan surat resmi BMKG Kalbar kepada Wakil Bupati Mempawah tertanggal 15 September 2026, anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 menunjukkan adanya El Nino dengan intensitas kuat yang diprediksi bertahan hingga awal 2027.
Sementara itu, jumlah titik panas atau hotspot di Kalimantan Barat terpantau mencapai 2.954 titik. Sebaran terbesar berada di luar wilayah Kabupaten Mempawah, dengan Kabupaten Ketapang mencatat 1.949 titik panas, termasuk 184 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Selanjutnya, Kabupaten Kayong Utara tercatat memiliki 502 titik panas, dengan 23 titik panas tingkat kepercayaan tinggi. Kabupaten Kubu Raya tercatat memiliki 173 titik panas, dengan tujuh titik panas tingkat kepercayaan tinggi.
Fenomena kabut asap yang menyelimuti suatu wilayah tidak selalu sejalan dengan jumlah titik panas yang berada di wilayah tersebut. Secara meteorologis, pergerakan kabut asap sangat dipengaruhi dinamika atmosfer, dengan angin berperan memindahkan massa udara dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Menyikapi kondisi darurat kabut asap dan potensi Karhutla tersebut, BPBD Mempawah bersama pihak terkait mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama kelompok rentan seperti balita, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan paru dan jantung.
Masyarakat yang terpaksa melakukan aktivitas di luar ruangan juga diimbau menggunakan masker, khususnya jenis N95, untuk mengurangi paparan partikulat dari kabut asap.
Selain itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara karena jarak pandang di sejumlah wilayah sangat terbatas. Pengendara diharapkan menyesuaikan kecepatan dan menjaga konsentrasi selama berada di jalan raya.
Masyarakat juga diminta terus memantau informasi resmi terkait perkembangan cuaca, peringatan dini, dan kualitas udara melalui kanal resmi pemerintah maupun aplikasi InfoBMKG.
“Kami terus berkoordinasi dengan Satgas Karhutla dan seluruh instansi terkait untuk memantau perkembangan di lapangan, serta mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar demi keselamatan bersama,” pungkas Aswin. [SK]