![]() |
| Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi membuka Gelar Kapasitas Daerah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. SUARASANGGAU/SK |
Dalam sambutannya, Ria Norsan menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata dan kontribusi bagi pembangunan daerah. Menurutnya, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus menjadi dorongan bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus berkarya, membuka peluang ekonomi, serta menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata, membangun daerah, membuka peluang, serta menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Norsan.
Ia mengatakan, Gelar Kapasitas Daerah tidak sekadar menjadi ajang pameran produk unggulan, tetapi juga menjadi ruang bertemunya berbagai potensi, kreativitas, inovasi, dan karya masyarakat Kalimantan Barat.
Kekayaan sumber daya alam Kalbar, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, kelautan hingga perikanan, menurut Norsan harus terus dikembangkan agar memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar. Produk daerah tidak boleh hanya berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi perlu diolah menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing serta mampu menembus pasar yang lebih luas.
“Potensi tersebut harus terus kita dorong agar tidak berhenti sebagai komoditas, tetapi berkembang menjadi produk yang memiliki nilai tambah, daya saing, dan akses pasar yang lebih luas,” katanya.
Salah satu rangkaian kegiatan yang mendapat perhatian adalah Pekan Produk Kelautan dan Perikanan. Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong hasil perairan agar dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Langkah ini dinilai penting tidak hanya untuk memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor kelautan dan perikanan.
Norsan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam menciptakan inovasi serta memperluas akses pasar produk unggulan Kalbar.
Menurutnya, keberhasilan Gelar Kapasitas Daerah tidak semata-mata diukur dari banyaknya produk yang dipamerkan, melainkan dari lahirnya kolaborasi baru, terbukanya akses pasar, menguatnya jejaring usaha, hingga meningkatnya kapasitas pelaku UMKM.
“Ukuran keberhasilan acara ini dilihat dari terbangunnya kolaborasi baru, terbukanya pasar yang lebih luas, semakin kuatnya jejaring kerja, dan naik kelasnya para pelaku UMKM di Kalimantan Barat,” tegasnya.
Selain produk unggulan daerah, kegiatan tersebut juga menghadirkan Pameran Kearsipan dan Fotografi Kreatif bertema “Collective Memory & Urban Faces”. Kehadiran pameran ini menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga dengan upaya menjaga sejarah, identitas, serta memori kolektif masyarakat.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak kegiatan dibuka. Warga memadati lokasi untuk berbelanja di Pasar Murah, melihat berbagai produk unggulan daerah, menikmati olahan kelautan dan perikanan, hingga menyaksikan karya kreatif yang dipamerkan.
Gubernur Ria Norsan turut meninjau sejumlah stan dan berdialog langsung dengan pelaku UMKM serta masyarakat. Ia memastikan kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu memberikan manfaat nyata dan membuka peluang pengembangan usaha bagi masyarakat.
Salah seorang pengunjung, Sutinah, mengaku senang dengan pelaksanaan Gelar Kapasitas Daerah. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai produk lokal sekaligus menikmati kebutuhan pokok dengan harga terjangkau melalui Pasar Murah.
“Senang sekali bisa melihat berbagai produk dan karya masyarakat Kalimantan Barat secara langsung. Kegiatannya juga menarik karena kita bisa mengenal lebih banyak potensi daerah dan produk UMKM kita, terlebih harga produk Pasar Murah benar-benar terjangkau,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Forikan sekaligus Bunda Literasi Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan, menjelaskan bahwa Gelar Kapasitas Daerah merupakan hasil kolaborasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta TP-PKK Provinsi Kalimantan Barat.
Menurut Erlina, kolaborasi tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi daerah, terutama sektor kelautan dan perikanan, melalui penguatan hilirisasi produk.
“Melalui hilirisasi, hasil kekayaan laut Kalbar diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat pesisir, memperkuat daya saing UMKM, dan membuka peluang usaha baru,” ujarnya.
Erlina juga menekankan pentingnya membangun budaya gemar makan ikan sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), pemerintah daerah bersama PKK, posyandu, sekolah, dan berbagai elemen masyarakat terus mendorong edukasi mengenai manfaat konsumsi ikan sebagai sumber protein bergizi.
“Pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun ekosistem laut yang produktif, masyarakat pesisir yang sejahtera, produk perikanan yang bernilai tambah, serta keluarga yang sehat demi melahirkan generasi unggul di Kalimantan Barat,” pungkasnya.
Pembukaan Gelar Kapasitas Daerah ditandai dengan penekanan layar videotron oleh Gubernur Kalimantan Barat bersama jajaran yang hadir. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan gerai arsip daerah serta berbagai produk unggulan dan karya kreatif yang dipamerkan.
Turut hadir Ketua TP-PKK Provinsi Kalimantan Barat, unsur Forkopimda, staf ahli gubernur, asisten Sekda, kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, pelaku usaha, mitra kerja, pelaku UMKM, komunitas, generasi muda, budayawan, serta penggiat seni dan fotografi.
Melalui Gelar Kapasitas Daerah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap semangat kemerdekaan dapat terus diwujudkan melalui penguatan potensi lokal, hilirisasi produk, perluasan jaringan pemasaran, serta kolaborasi lintas sektor. Dengan demikian, UMKM dan masyarakat Kalbar diharapkan semakin produktif, mandiri, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.[SK]
.jpeg)