Ria Norsan mengajak seluruh masyarakat menjaga keharmonisan dan persatuan demi menciptakan kondisi daerah yang aman, damai, dan sejahtera.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Welcome Dinner Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-40 bersama tamu dari berbagai negara seperti Malaysia dan Singapura di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Selasa (19/5/2026).
Dalam kegiatan itu, Ria Norsan hadir bersama sang istri, Erlina, serta Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan. Welcome dinner tersebut menjadi rangkaian awal sebelum pembukaan resmi Pekan Gawai Dayak ke-40 Tahun 2026 yang digelar pada 20 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Ria Norsan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pekan Gawai Dayak yang dinilai bukan hanya sebagai agenda budaya tahunan, tetapi juga simbol persatuan masyarakat Kalimantan Barat yang hidup dalam keberagaman.
“Saya selaku Gubernur Kalimantan Barat memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya Pekan Gawai Dayak ke-40. Mari kita jaga persatuan dan keharmonisan supaya daerah kita tetap kondusif demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Kalimantan Barat ini sangat indah dan harus kita wariskan kepada anak cucu kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Gawai Dayak merupakan tradisi budaya masyarakat Dayak sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen padi yang diperoleh setiap tahunnya. Tradisi tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Kalimantan Barat yang harus terus dilestarikan.
“Gawai Dayak merupakan ungkapan syukur masyarakat Dayak setelah berhasil panen padi. Tradisi ini menjadi bagian penting dari identitas budaya Kalimantan Barat,” jelasnya.
Selain menjadi sarana pelestarian budaya, Ria Norsan menilai pelaksanaan Pekan Gawai Dayak turut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Pontianak.
Kehadiran tamu dari berbagai daerah hingga mancanegara disebut mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat selama agenda budaya tersebut berlangsung.
“Mudah-mudahan ke depan, apabila ada kegiatan di Sarawak, Sabah maupun wilayah lainnya, Kalimantan Barat juga dapat dilibatkan dan diundang,” harapnya.
Sementara itu, perwakilan Delegasi Anak Borneo Malaysia, Spencer Birai menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kepada seluruh tamu yang hadir.
Menurutnya, suasana penuh kekeluargaan dalam welcome dinner mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam merangkul seluruh elemen masyarakat serta memperkuat hubungan budaya antarwilayah di Pulau Borneo.
“Kehangatan dan keramahan yang kami terima menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam merangkul dan menghargai setiap elemen masyarakat. Malam ini bukan sekadar welcome dinner, tetapi juga ruang silaturahmi dan memperkuat kebersamaan untuk Kalimantan Barat yang maju, berbudaya, dan sejahtera,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan komitmen pihaknya untuk terus bersinergi dalam menjaga dan melestarikan budaya Dayak sebagai warisan bersama masyarakat Borneo.
“Kami siap terus menjadi mitra pemerintah dalam menjaga kelestarian budaya dan mendukung pembangunan daerah,” pungkasnya.[SK]
