Warga Desa Piantus Sejangkung Desak Pembangunan Jembatan, Akses ke Kota Dinilai Sangat Mendesak

Editor: Admin

Warga Desa Piantus, Sejangkung, Sambas, berharap pembangunan jembatan segera direalisasikan demi mempercepat akses ke pusat kota dan mendorong perekonomian masyarakat.SUARSANGGAU/SK

Sambas
(Suara Sanggau) – Warga Desa Piantus, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, kembali menyuarakan kebutuhan mendesak akan pembangunan jembatan sebagai akses penghubung utama menuju pusat kota Sambas. Selama ini, ketiadaan jembatan dinilai sangat menghambat mobilitas masyarakat, terutama dalam menunjang aktivitas pendidikan dan perekonomian.

Salah seorang warga Desa Piantus, Vita, mengungkapkan bahwa harapan akan pembangunan jembatan telah lama disampaikan masyarakat Sejangkung, khususnya warga Piantus. Keberadaan jembatan dinilai mampu memangkas jarak tempuh dan waktu perjalanan menuju pusat kota yang selama ini harus dilalui dengan jalur memutar.

“Meski jarak Sejangkung ke pusat kota relatif dekat, perjalanan menjadi jauh lebih lama karena tidak ada akses penyeberangan darat,” ujar Vita, Jumat (23/1/2026).

Ia menambahkan, kondisi tersebut sangat dirasakan oleh mahasiswa dan pelajar yang setiap hari harus berangkat ke kota untuk menempuh pendidikan. Tanpa jembatan, mereka harus mengeluarkan waktu, tenaga, dan biaya lebih besar.

“Kondisi ini sangat dirasakan, terutama oleh mahasiswa yang setiap hari harus berangkat kuliah. Waktu tempuh menjadi jauh lebih lama karena tidak ada jembatan,” katanya.

Menurut Vita, pembangunan jembatan juga akan membuka akses yang lebih cepat menuju wilayah perbatasan, seperti Aruk, yang memiliki nilai strategis dalam mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Selain itu, keberadaan jembatan diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi warga Sejangkung. Akses yang lebih mudah akan meningkatkan arus lalu lintas orang dan barang, sehingga berpotensi memperluas pemasaran produk lokal.

“Kalau ada jembatan, arus lalu lintas pasti lebih ramai. Bukan tidak mungkin produk-produk lokal Sejangkung bisa lebih dikenal luas dan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat,” jelasnya.

Saat ini, warga Desa Piantus hanya mengandalkan perahu sebagai sarana penyeberangan sungai. Selain sangat bergantung pada kondisi cuaca, biaya penyeberangan juga dinilai memberatkan masyarakat.

“Untuk menyeberang menggunakan perahu, biayanya Rp6.000 pada siang hari dan Rp10.000 pada malam hari,” pungkas Vita.

Warga berharap aspirasi ini dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan pihak terkait, sehingga pembangunan jembatan sebagai akses vital masyarakat Kecamatan Sejangkung, khususnya Desa Piantus, dapat segera direalisasikan demi peningkatan kesejahteraan warga.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play