Sanggau (Suara Kalbar) – Pemerintah Kabupaten Sanggau menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang dipimpin langsung oleh Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, di Aula Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sanggau, Senin (1/6/2026)..jpg)
Bupati Ontot Pimpin Upacara Hari Pancasila, Ingatkan Bahaya Hoak di Media Sosial dan Peringati Hari Batik Sabang Merah,SUARASANGGAU/SK
Kegiatan tersebut dihadiri Dandim 1204/Sanggau, Wakapolres Sanggau, unsur instansi vertikal, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi kemasyarakatan (ormas), tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yohanes Ontot mengajak seluruh masyarakat menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan fondasi penting untuk menjaga persatuan dan keharmonisan bangsa Indonesia yang majemuk.“Mudah-mudahan Pancasila ini menjadi way of life untuk Indonesia. Di dalamnya penuh hak dan kewajiban bangsa. Kalau dipelajari betul dan dijadikan pedoman hidup, saya kira negara ini tidak akan ada cekcok dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya usai upacara.
Selain mengajak masyarakat memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila, Ontot juga menyoroti tantangan era digital yang semakin kompleks, terutama maraknya penyebaran informasi palsu atau hoaks melalui media sosial.
Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terlebih dengan berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) yang dapat digunakan untuk membuat konten manipulatif.“Hari-hari ini di media sosial banyak propaganda. Apalagi dengan teknologi AI, misalnya saya dan wakil bisa dibuat seolah-olah sedang bertinju. Ini tidak boleh. Jika masyarakat tidak mampu menyaring informasi, hal seperti ini bisa menjadi provokasi,” tegasnya.
Menurut Ontot, segala bentuk upaya yang berpotensi memecah belah masyarakat, mengganggu keamanan daerah, maupun mempertentangkan perbedaan suku, agama, adat, dan asal-usul harus ditolak bersama.''Kita tidak mau mentoleransi orang-orang yang mengacau dan mengganggu keamanan daerah, apalagi membentur-benturkan suku, agama, asal-usul, dan adat sejarah,” tambahnya.
Pada momentum yang sama, Bupati Sanggau juga menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan Batik Sabang Merah yang telah ditetapkan sebagai identitas budaya daerah dan diperingati setiap tanggal 1 Juni.
Batik khas Sanggau tersebut merupakan gagasan yang diinisiasi pada masa kepemimpinan mantan Bupati Sanggau, Paulus Hadi. Menurut Ontot, Batik Sabang Merah memiliki nilai penting sebagai simbol kebanggaan daerah dan identitas masyarakat Kabupaten Sanggau.“Batik Sabang Merah ini kita jadikan landasan untuk melahirkan identitas daerah,” ujarnya.
Ia bahkan meminta agar penggunaan Batik Sabang Merah terus diperluas, baik di lingkungan pendidikan maupun instansi pemerintahan daerah, sebagai bentuk pelestarian identitas lokal.“Kita sudah menggunakan batik nasional setiap Kamis dan Batik Sabang Merah pada Jumat sore. Ke depan akan dievaluasi agar sekolah, satuan pendidikan, dan instansi non-kementerian juga menggunakan Batik Sabang Merah pada hari tertentu,” katanya.
Menurutnya, semangat “Sanggau Bangga Mengukir Sejarah” yang menjadi filosofi Batik Sabang Merah harus dimaknai sebagai ajakan kepada seluruh masyarakat untuk memberikan kontribusi positif bagi daerah.“Siapa pun warga Sanggau yang melakukan hal positif untuk Sanggau, dia sudah mengukir sejarah. Mengurus anak dengan baik, menjaga keluarga, berbuat baik untuk masyarakat, itu semua bagian dari mengukir sejarah,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sanggau, Toto Martono, mengajak masyarakat menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum refleksi untuk mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.“Hari ini kita memperingati Hari Lahir Pancasila. Kita mengajak seluruh masyarakat, dari pribadi ke pribadi, untuk merefleksikan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.
Toto menjelaskan bahwa lima sila dalam Pancasila memiliki relevansi yang sangat kuat dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Sanggau yang dikenal majemuk dan harmonis.
Menurutnya, sila pertama mengajarkan pentingnya nilai ketuhanan sebagai fondasi kehidupan. Sila kedua mengajarkan penghormatan terhadap sesama manusia. Sila ketiga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman suku dan budaya. Sila keempat mengajarkan musyawarah dan penghormatan terhadap perbedaan pendapat. Sedangkan sila kelima menjadi landasan dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan bersama.“Ini tentunya bagaimana implementasi kita di masyarakat. Nilai-nilai Pancasila harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari agar persatuan, silaturahmi, dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga,” tutupnya.
Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kabupaten Sanggau menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan, menangkal berbagai bentuk provokasi, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi pembangunan daerah dan bangsa.[SK]