Dalam sambutannya, Krisantus mengaku bersyukur dapat kembali hadir di tengah keluarga besar BAPAKAT MRPD. Ia menyebut kehadirannya kali ini merupakan yang kedua sejak dipercaya menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Barat.
Krisantus juga menyampaikan ucapan selamat atas peringatan HUT ke-5 BAPAKAT MRPD. Menurutnya, meskipun organisasi tersebut masih tergolong muda, semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang ditunjukkan para anggotanya terus berkembang dan semakin kuat dari tahun ke tahun.
“Saya melihat perayaan HUT ke-4 tahun lalu sudah sangat meriah, dan tahun ini terasa lebih meriah lagi. Saya berharap semangat seperti ini juga tumbuh di paroki-paroki lainnya sehingga semakin banyak ruang untuk mempererat persaudaraan umat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Krisantus menekankan pentingnya konsistensi dalam kepemimpinan. Menurutnya, setiap kebijakan yang diambil seorang pemimpin harus dilandasi pertimbangan yang matang dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Ia juga menyoroti besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki Kalimantan Barat. Namun demikian, manfaat investasi yang masuk ke daerah masih perlu terus dioptimalkan agar mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Saya memohon doa dan dukungan seluruh umat agar perjuangan membangun Kalimantan Barat dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Krisantus turut mengajak masyarakat untuk menunjukkan kecintaan terhadap Kalimantan Barat melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak nyata. Salah satunya dengan memutasi kendaraan berpelat luar daerah menjadi pelat Kalimantan Barat guna meningkatkan penerimaan pajak daerah yang nantinya dapat digunakan untuk mendukung pembangunan berbagai sektor.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berencana melaksanakan program pemutihan pajak kendaraan bermotor pada Agustus mendatang sebagai bentuk kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
Selain membahas pembangunan daerah, Wakil Gubernur mengajak seluruh umat Katolik untuk terus menjadi teladan dalam menjaga persatuan, toleransi, dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.
“Kalimantan Barat memiliki sekitar 24 suku yang hidup berdampingan. Keberagaman ini adalah kekuatan yang harus terus kita rawat. Jangan sampai ada konflik yang merusak persaudaraan yang telah terjalin,” tegasnya.
Menurut Krisantus, kebanggaan terhadap identitas suku dan budaya masing-masing harus berjalan seiring dengan rasa memiliki terhadap Kalimantan Barat sebagai rumah bersama.
“Silakan bangga dengan identitas suku masing-masing, tetapi yang tidak kalah penting adalah bangga menjadi warga Kalimantan Barat. Di sinilah tempat kita hidup, berkarya, dan membangun masa depan bersama,” pesannya.
Mengusung tema “Aku Datang Bukan Untuk Dilayani, Melainkan Untuk Melayani”, peringatan HUT ke-5 BAPAKAT MRPD tahun ini tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Rangkaian kegiatan meliputi donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, penanaman pohon di Rumah Pelangi, hingga pertandingan tenis meja sebagai sarana mempererat kebersamaan antaranggota.
Acara tersebut turut dihadiri rombongan BAPAKAT Paroki Stella Maris, BAPAKAT Santo Fidelis Sungai Ambawang, para pastor, Dewan Pastoral Paroki Maria Ratu Pencinta Damai, pengurus dan keluarga besar BAPAKAT MRPD, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat yang bersama-sama memeriahkan peringatan hari jadi organisasi tersebut.
Perayaan HUT ke-5 BAPAKAT MRPD menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai pelayanan, solidaritas, dan persaudaraan, sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga kerukunan serta mendukung pembangunan Kalimantan Barat yang harmonis dan berkelanjutan.[SK]
