Sanggau (Suara Sanggau ) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau memperkuat upaya pencegahan dan penanganan penyebab utama kematian ibu dan bayi melalui Pertemuan Evaluasi Puskesmas dan Rumah Sakit Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Dinkes Sanggau, Senin (27/7/2026).
Dinkes Sanggau Gelar Evaluasi Puskesmas dan RS untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi,SUARASANGGAU/SK
Kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi bersama untuk memetakan berbagai tantangan pelayanan kesehatan, memperkuat sistem rujukan, serta menyatukan langkah seluruh fasilitas kesehatan dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Sanggau.
Pertemuan dibuka oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sanggau, Stepanus Jonedi, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan suatu daerah salah satunya tercermin dari rendahnya angka kematian ibu dan bayi.
“Setiap nyawa ibu yang melahirkan dan bayi yang lahir ke dunia adalah aset bangsa yang tak ternilai harganya. Oleh karena itu, kematian ibu dan bayi bukan sekadar angka statistik, melainkan sebuah tragedi kemanusiaan yang sedapat mungkin harus kita cegah,” ujar Stepanus.
Menurutnya, tantangan utama dalam penyelamatan ibu dan bayi di Kabupaten Sanggau masih berkaitan dengan sejumlah penyebab yang sebenarnya dapat dicegah apabila mendapatkan penanganan cepat dan tepat.
Pada kasus kematian ibu, penyebab dominan antara lain perdarahan hebat, hipertensi dalam kehamilan seperti preeklamsia dan eklamsia, serta infeksi. Sedangkan pada bayi, persoalan yang masih menjadi perhatian adalah asfiksia neonatorum atau gangguan gagal napas saat lahir, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), prematuritas, dan infeksi neonatorum.
“Penyebab-penyebab tersebut sebenarnya dapat dicegah dan ditangani lebih cepat apabila sistem rujukan berjalan baik serta komunikasi antar-fasilitas kesehatan tidak mengalami hambatan,” jelasnya.
Stepanus menekankan pentingnya peran Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer, khususnya dalam melakukan deteksi dini terhadap ibu hamil dengan risiko tinggi.
“Puskesmas memiliki peran vital dalam melakukan deteksi dini risiko tinggi pada ibu hamil. Skrining yang ketat, edukasi gizi, serta pengawasan Antenatal Care (ANC) yang berkualitas menjadi kunci utama di tingkat hulu. Jangan sampai ada ibu hamil berisiko tinggi yang lolos dari pemantauan kita,” tegasnya.
Sementara itu, rumah sakit rujukan diminta terus meningkatkan kesiapsiagaan selama 24 jam dalam menangani kondisi kegawatdaruratan maternal dan neonatal melalui pelayanan PONEK.
“Kecepatan penanganan di ruang IGD, ketersediaan darah, fasilitas ICU/NICU, serta kompetensi tim medis sangat menentukan keselamatan pasien dalam hitungan menit kritis,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Stepanus juga mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk memperkuat kolaborasi dan menghilangkan ego sektoral antarinstansi pelayanan kesehatan.
“Saya mengajak seluruh Puskesmas, Rumah Sakit, Bidan, Dokter, dan seluruh tenaga kesehatan untuk meruntuhkan ego sektoral. Mari kita bangun jembatan komunikasi yang kokoh demi keselamatan ibu dan bayi di wilayah kita. Setiap koordinasi yang terlambat adalah ancaman bagi keselamatan mereka,” ujarnya.
Ia berharap melalui evaluasi tersebut dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan, terutama dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sanggau.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Pertemuan Evaluasi Puskesmas dan Rumah Sakit dalam Pencegahan dan Penanganan Penyebab Utama Kematian Ibu dan Bayi ini secara resmi saya nyatakan dibuka. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa membimbing langkah kita dalam mengemban tugas mulia ini demi mewujudkan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas,” pungkas Stepanus.
Kegiatan tersebut diikuti pimpinan Puskesmas, direktur rumah sakit, dokter, bidan, serta tenaga kesehatan dari seluruh wilayah Kabupaten Sanggau sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak.[SK]