![]() |
| Momen Ketua DAD Mempawah Adrianus dan Sekda Ismail saat menghadiri kegiatan kemasyarakatan di Mempawah,SUARASANGGAU/SK |
Bagi Adrianus, Ismail bukan hanya dikenal sebagai pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah, tetapi juga sebagai pribadi yang ramah, terbuka, dan mudah bergaul dengan siapa saja.
“Ketika berkomunikasi, beliau tidak memandang strata sosial masyarakat. Siapa pun jika sudah kenal sosok Pak Ismail, pasti langsung akrab,” tutur Adrianus.
Menurutnya, selama menjalankan tugas sebagai Sekda Mempawah, Ismail mampu menunjukkan karakter kepemimpinan yang humanis dan membangun hubungan yang harmonis, baik dengan aparatur pemerintah maupun masyarakat luas.
Tak hanya itu, Adrianus menyebut Ismail sebagai sosok yang kerap menjadi tempat bertanya dan berdiskusi bagi banyak pihak. Dengan pengalaman panjang di dunia birokrasi, Ismail dinilai selalu memberikan arahan dan solusi yang menyejukkan dalam menghadapi berbagai persoalan.
“Beliau seperti bapak asuh bagi siapa saja yang berkoordinasi dengannya. Tidak ada sekat, padahal sebagai orang nomor satu di kepegawaian beliau sangat dihormati,” ujarnya.
Di mata Adrianus, salah satu keunggulan Ismail adalah kemampuannya membaca situasi dan mengambil langkah antisipatif sebelum sebuah persoalan berkembang menjadi lebih besar. Sikap bijaksana yang dipadukan dengan kesederhanaan menjadi ciri khas yang melekat kuat dalam diri Ismail selama mengemban amanah di pemerintahan.
“Selain bijak, Pak Ismail itu orangnya selalu tampak bersahaja, mudah dalam komunikasi dan cepat tanggap pada setiap persoalan. Jadi sebelum sesuatu terjadi, beliau sudah bisa mengantisipasinya,” ungkapnya.
Sebagai tokoh adat yang kerap berinteraksi dengan pemerintah daerah, Adrianus menilai kontribusi Ismail selama mengabdi di Kabupaten Mempawah telah memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah serta memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Karena itu, memasuki masa purna tugas, Adrianus menyampaikan doa dan harapannya agar Ismail senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, serta kesempatan untuk terus berkontribusi bagi kemajuan daerah meski tidak lagi berada dalam struktur pemerintahan.
“Doa saya, semoga beliau panjang umur dan sehat selalu agar dapat terus berkarya untuk kemajuan Kabupaten Mempawah,” tutupnya.
Seperti diketahui, Ismail resmi memasuki masa purna tugas sebagai aparatur sipil negara terhitung mulai 1 Juni 2026. Selama puluhan tahun mengabdi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah, ia telah menorehkan perjalanan karier yang panjang dan penuh dedikasi.
Selain menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Ismail juga pernah dipercaya mengemban amanah sebagai Penjabat (Pj) Bupati Mempawah. Berbagai posisi strategis yang pernah dijalankannya menjadi bukti kepercayaan negara atas kapasitas, integritas, dan pengabdiannya dalam dunia birokrasi.
Kepergian Ismail dari kursi birokrasi aktif menandai berakhirnya satu babak pengabdian panjang seorang birokrat senior yang dikenal bersahaja, dekat dengan masyarakat, serta memiliki komitmen kuat dalam membangun Kabupaten Mempawah. Namun bagi banyak pihak, dedikasi dan keteladanan yang telah ditunjukkannya akan tetap menjadi inspirasi bagi generasi aparatur pemerintahan di masa mendatang.[SK]
.jpg)